Selasa, 20 Desember 2011

Where are you Christmas?

Natal sebentar lagi tiba. Sukacita Natal dimana-mana, pernak-pernik Natal juga berceceran di tiap mall dan pasar. Semua orang menulis status tentang penyambutan Natal. Lagu-lagu Natal pun berkumandang dari mulai Jingle Bells, Holy Night, hingga Santa Claus is coming to town :). Tapi ada 1 lagu Natal yang belakangan ini sering sekali saya dengarkan  "Where are you Christmas" - Faith Hill.

Pra Natal 2011.
 Tahun-tahun sebelumnya, sama seperti teman-teman saya yang lain, setiap mendekati Natal, saya mulai memasang pohon Natal 3 minggu sebelum hari Natal itu tiba, mulai mencari pernak-pernik Natal yang dapat menghiasi pohon Natal, berdiskusi dengan mama ingin mengikuti misa Natal dimana. Biasanya saya mulai memaksa untuk merayakan Natal di kampung halaman saya bersama dengan keluarga besar dari mama saya.

Selama itu pula, setiap tahunnya saya harus berdebat dengan bapak mengenai masalah pemasangan pohon Natal ataupun perayaan Misa Natal. Ya, kami memiliki jalan yang berbeda. Saya, mama, dan 1 adik saya yang paling kecil memilih jalan ini. Sedangkan bapak dan adik saya yang lain, memilih jalan lain. Perdebatan yang kami lakukan bukan karena kami menentang satu sama lain. Kami sekeluarga saling menghormati keputusan kami untuk memilih jalan masing-masing. Hanya saja yaaa begitulah :D
Tetapi anehnya, semakin saya diajak berdebat saya malah semakin semangat untuk pergi ke kampung halaman dan memasang pohon Natal. Mulai merayu-rayu mama untuk tetap merayakan Natal di kampung halaman. Dan bapak juga mengiming-imingi kami untuk liburan di Lampung saja (bapak saya dinas di Lampung). Tetapi saya tetap tidak mau dan nekat untuk pulang kampung (kalo bahasanya waktu lebaran sih mudik :D)

*        *        *

Natal tahun 2011 ini terasa berbeda.
Tidak ada lagi yang mengajak saya berdebat mengenai pemasangan pohon Natal ataupun dimana saya ingin merayakan Natal. Beliau, bapak yang selama ini selalu memulai perdebatan itu telah pergi untuk selama-lamanya karena serangan jantung. Tanggal 26 Desember 2011 nanti adalah tepat 6 bulan bapak meninggalkan kami semua. Ditambah lagi, keputusan mama untuk memilih jalan lain (mengikuti jalan bapak) sejak Januari 2011 kemarin dan itu artinya Natal tahun kemarin adalah Natal terakhir saya dengan mama. Yang juga berarti tahun ini saya hanya merayakan Natal dengan adik saya. Tapi saya sangat menghargai keputusan mama dan sangat mengerti posisinya :) 

Ketika semua kebebasan itu bisa saya dapatkan. Saya bebas mau mengikuti misa Natal dimana. Saya bebas mau memasang pohon Natal dimana dan kapan. Saya bebas mau merayakan Natal dengan siapa.

Where are you Christmas
Why can't I find you
Why have you gone away
Where is the laughter
You used to bring me
Why can't I hear music play
My world is changing
I'm rearranging
Does that mean Christmas changes too

Namun ternyata saya tidak bisa merasakan Natal itu sendiri. Hati ini tidak bisa berbohong, bahwa ada sesuatu yang hilang di Natal kali ini. Disaat kebanyakan teman meng-update status atau membuat tweet mengenai pohon Natal, perayaan Natal, sukacita menyambut Natal. Saya tidak bisa merasakan itu semua. Kalau biasanya saya selalu “lapar mata” setiap melihat pernak-pernik Natal, kali ini tidak.

Ya, jujur memang saya sangat kehilangan bapak. Walaupun beliau tidak merayakan Natal, namun bagi saya, perdebatan kami merupakan bagian dari sukacita Natal yang saya rasakan. Bukan berarti saya senang selalu berdebat dengan beliau, hanya saja perdebatan itu mendatangkan rasa rindu tersendiri dengan bapak. Suara berat itu tidak lagi bisa saya dengar saat mengucapkan ”Selamat Natal, kak” (kak- panggilan beliau untuk saya, supaya adik-adik saya juga memanggil saya kak). Tidak ada lagi perdebatan dimana perayaan Natal itu akan dilaksanakan, yang berujung dengan ucapan ”hati-hati di jalan kak. Bawa mobil pelan-pelan aja. Kalo capek atau ngantuk istirahat”. Tidak ada lagi perdebatan pemasangan pohon Natal. Ya, semuanya memang telah tiada.

If  there is love in your heart and your mind
You will feel like Christmas all the time

Bapak memang telah tiada. Mama juga tidak lagi bisa menemani saya ke Gereja. Hidup saya memang berubah. Namun Natal akan tetap datang. Yesus akan tetap datang untuk saya, kamu, dia, beliau, kita dan mereka.  Bagaimanapun Yesus  akan selalu lahir di hati siapapun :)


*kutipan-kutipan di atas itu lirik lagunya where are you christmas yang dinyanyiin sama tante Faith Hill. Buat yg belum pernah denger, ga ada salahnya lho dengerin, bagus :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar